Sunday, August 14, 2011

11 Tanda Pria yang Tak Layak Dinikahi



 Jakarta - Setiap wanita pasti ingin menikah dan membina bahtera rumah tangga yang bahagia sampai akhir hayat. Oleh karena itu ada baiknya, jangan terburu-buru untuk memutuskan menikah, kenali si dia terlebih dahulu.

Pria yang Anda kenal saat ini belum tentu sebaik yang Anda pikirkan. Wanita sering dibutakan oleh cinta. Kalo sudah memiliki perasaan yang besar, segalanya akan terasa indah dan Anda akan menuruti si dia meskipun ada perasaan mengganjal.

Yang perlu Anda ketahui, hubungan pacaran dan menikah jauh berbeda. Ada hal-hal mendasar di mana Anda dan dia harus saling bekerjasama, memberikan perhatian dan berkomunikasi dengan baik.

Maka dari itu, sebelum memutuskan untuk berumah tangga dengan si dia, sebaiknya kenali dulu dia lebih jauh. Bisa jadi kekasih Anda masuk ke dalam tanda-tanda pria yang tidak layak dinikahi berikut ini, seperti dikutip dari Lifescript:

1. Mendominasi Setiap Percakapan
Ada saatnya di mana Anda juga ingin mengungkapkan pendapat, namun Anda selalu gagal karena si dia mendominasi perbincangan. Kalau sudah begini, mungkin Anda membatalkan niat untuk berbicara dan memilih untuk mendengarkannya saja. Kondisi hubungan seperti ini tidak baik jika terjadi terus-menerus.

Sebuah hubungan akan semakin kuat jika masing-masing pasangan memiliki hak suara. "Agar hubungan berhasil, diperlukan sikap menghargai dan timbal balik. Jika seorang pria tidak mau mendengarkan Anda, karena dia mendominasi perbincangan, maka hubungan itu tidak akan menjadi lebih baik," ujar Jennifer Freed, Ph.D, seorang konsultan pernikahan dan keluarga di California.

Thursday, February 24, 2011

Poems for Woman : Kekuatan Sebuah Perubahan

Kekuatan Sebuah Pengharapan
Srikandi - Bogor

Harapan adalah pendamping bijak yang tidak akan pernah membiarkan kita menjadi putus asa. Harapan mampu mengubah kesedihan menjadi kebahagiaan. Harapan mampu mengubah rasa bersalah, kesedihan, sakit hati, dan kemarahan menjadi kedamaian dalam diri kita (Purnawan EA, Wellness).

Saya ingat seorang teman yang demikian takut membuat bayang-bayang harapan. Menurutnya, seumur hidup dia selalu saja mengalami kekecewaan. Apa yang diharapkan selalu kandas. Oleh karena itu, saat ini dia tidak mau berharap apa-apa lagi. Hidupnya kosong tidak mempunyai harapan. Ia menambahkan, lebih baik begitu daripada kecewa dan kecewa lagi. Dia kehilangan harapan dalam hidupnya.
Harapan adalah sumber kekuatan diri. Seseorang yang mempunyai harapan akan merasakan tambahan energi, tambahan tenaga pada dirinya. Perhatikan orang-orang yang berpenyakit berat. Seandainya orang tersebut mempunyai harapan untuk sembuh, keadaannya pasti lebih segar dan lebih baik daripada orang dengan penderitaan sama, tetapi hidup tidak berpengharapan (putus asa). Keadaan mereka lebih menyedihkan. Mereka hanya pasrah tidak mengharapkan apa-apa lagi selain hidup menunggu kematian.
Hidup adalah suatu perjalanan pribadi yang merupakan proses diri seorang manusia untuk melakukan lokakarya kehidupannya. Dia bisa menyatakan dirinya menerima kehidupan ini sebagai berkah yang harus dijalani dengan bersyukur atau sebagai beban karena harus menjalani suka duka kehidupan ini.
Kesejahteraan tiap orang ditentukan oleh besar usahanya untuk berbuat bagi dirinya sendiri. Bukan menyerahkan kesejahteraan dirinya atas usaha orang lain.
Suatu keputusan yang kita ambil dalam hidup ini, menentukan apa yang harus kita lakukan untuk mengisi hari yang sudah diberikan oleh Tuhan. Dalam sehari, waktunya sama banyak. Panjangnya pun sama, 24 jam per hari.
Cara kita mengisi detik-detik hidup menentukan yang akan kita rasakan dan dapatkan untuk hidup ini. Waktu yang diberikan Tuhan ibarat uang tabungan (deposito), bisa digunakan setiap hari tetapi perhitungannya berbeda-beda!

Friday, December 3, 2010

Poems for Woman : Don't Give Too Much to A Loser

Satu hal yang paling membuat energi saya seperti terhisap habis seketika adalah kalau membaca berita atau mendengar curhatan orang tentang kekerasan domestik yang dialaminya. Mereka jadi lemah, hatinya lumpuh, kepercayaan dirinya hancur, menyalahkan diri sendiri, dan tidak tahu harus kemana dan harus berbuat apa.

"Lalu saya harus bagaimana?" begitu pertanyaan yang kerap muncul.

Mereka sebenarnya tahu bahwa kekerasan yang mereka alami tidak seharusnya terjadi, dan mereka tahu bahwa seharusnya mereka berani mengambil tindakan supaya kekerasan itu tidak berulang.

Tapi mereka tetap berharap suatu ketika pasangannya akan berubah sikap. Mereka berharap, jika menikah maka kekerasan yang mereka alami semasa pacaran akan sirna, digantikan oleh kekuatan cinta maha dahsyat. Mereka berharap, suami mereka akan berubah jika mereka bertahan dan tetap menunjukkan sikap lemah-lembut, tanpa perlawanan, tanpa protes. Berharap bahwa pasangannya akan mampu melihat ketulusan dan pengorbanan mereka, mampu melihat hati mereka yang seluas samudra. Mereka rela mengorbankan semuanya, bahkan keselamatan dirinya sendiri demi menunjukkan cinta. Dan kadang sampai berpikir kalaupun mereka mati, it's worth it karena pasangannya akan menunjukkan penyesalan tiada tara dan setiap hari akan mengirimi bunga ke pusaranya.

Tuesday, May 18, 2010

Poems for woman : Tipe Lelaki Yang Sebaiknya Anda Hindari

Tidak semua lelaki yang Anda jumpai akan menjadi teman hidup. Dalam rangka mencari Mr. Right, mungkin saja Anda bertemu dengan satu atau beberapa Mr. Wrong. Pernahkan Anda bertemu pria-pria seperti yang disebutkan di bawah ini? Mudah-mudahan jangan, deh!
* SUDAH MENIKAH
Masih perlu penjelasan yang lebih rinci? Tidak peduli apakah dia sudah lama tidak berhubungan seks dengan istrinya ataupun istrinya tidak mengerti dirinya, dia tetaplah seorang suami dari istrinya, ayah dari anak-anaknya, dan dia bukanlah teman kencan yang baik.
Bila, toh, Anda jatuh ke tangan pria jenis ini, perhatikanlah hal berikut: pada hari-hari libur besar dia tidak akan pernah punya waktu luang buat Anda, dia tidak pernah ada pada saat Anda sangat membutuhkannya, dia tidak akan pernah bercerai, dan kalaupun dia bercerai, belum tentu dia akan menikahi Anda.
Dia bilang masih lajang dan Anda tidak yakin dengan apa yang dikatakannya? Bila dia tidak memberikan nomor telepon rumahnya, tidak dapat melewati hari libur bersama Anda, tidak mau mengajak berkencan di tempat umum, atau tidak pernah mengajak Anda berkumpul bersama teman-temannya, kemungkinan besar dia seorang pria yang telah menikah. Jadi, lebih baik segera menjauh dari pada buang-buang waktu dan akhirnya harus gigit jari.

Poems for woman : Cara Mudah Ungkap Kebohongan Si Dia

Kejujuran merupakan sesuatu yang sangat penting dalam sebuah hubungan percintaan. Sebaliknya, kejujuran menciptakan kedekatan dan keharmonisan.
Nah, bila ada kebenaran signifikan yang tidak Anda katakan pada pasangan, Anda berhak untuk mengharapkan hubungan yang baik dengannya sampai kebenaran diutarakan. Banyak orang yang tidak menyadari hal ini. Oleh karena itu, bila terjadi sesuatu, biasanya mereka hanya berpikir pasangannyalah yang merupakan sumber masalah.
Padahal, Anda justru harus mencari penyebab mengapa pasangan sampai menyembunyikan sesuatu. Mau tahu cara gampang "menangkap basah" jika pasangan berbohong? Ikuti langkah-langkah berikut.
* Langkah Pertama
Pastikan Anda memang betul-betul ingin mengetahui kebenarannya. Sebelum menerapkannya, pastikan diri sendiri bahwa Anda memang memilih kebenaran, sepahit apapun kebenaran tersebut.
Soalnya, ada orang yang memilih lebih baik tidak tahu atau pura-pura tidak tahu, sementara ada yang lebih memilih mengetahui kebenaran walaupun kebenaran tersebut menyakitkan. Sebaiknya Anda memilih yang terakhir agar dapat hidup tenang dan sehat.

Tuesday, May 4, 2010

Poems for Woman : Menghadapi Masalah

Saya tahu bahwa tidak ada seorang pun di dunia ini yang akan menolak jika dia dilahirkan tanpa masalah dan selalu bahagia tanpa ada sedikit kesedihan. Tapi apakah itu mungkin ? Bahkan mereka, anda dan saya bahkan mau membayar berapa dollar pun kalo seandainya ada orang yang bisa membuat kita lahir di dunia ini dan hidup di dunia ini tanpa ada masalah dan kesedihan sama sekali. Bahagia selalu bahkan selalu ceria. Ini saya ada sedikit cerita inspirasi yang saya kutip dari sebuah buku yang selayaknya pantas untuk saya tuliskan disini. Buku ini judulnya adalah “Bila anda pikir bisa, Anda pasti bisa melaksanakan dan meraih apa yang anda inginkan”. Mari kita simak cuplikan cerita dari buku ini bersama-sama.

Tuesday, April 13, 2010

Poems for Woman : Pergilah Kemana Hati Membawamu

Salah satu buku kesukaan gw (Va' Dove Ti Porta Il Cuore (Pergilah Kemana Hati Membawamu) - Susanna Tamaro) yang meskipun sudah berulang-ulang kali gw baca tapi masih juga belum kehabisan makna. Cerita tentang seorang nenek, Olga, yang menceritakan lika-liku kehidupannya kepada cucunya, Marta. Tentang pergulatan hatinya sebagai wanita di antara pilihan-pilihan di sepanjang kehidupan. Tentang kegelisahannya yang berada di ambang keraguan pilihan untuk berkeluarga atau tidak. Tentang pilihannya untuk jujur akan pernikahannya dengan Augusto demi sebuah anggapan keharusan untuk menikah, dan tentang pertemuannya dengan Ernesto, laki-laki yang dicintainya, yang adalah kakek kandung dari Marta. Tentang memilih dengan hati. Dan ini beberapa bagian kesukaan gw..

 
Tentang pilihan untuk berkeluarga..     
Aku berpikir suatu hari nanti aku menemukan seorang pemuda yang dapat ku ajak bicara hingga larut malam tanpa merasa lelah. Dan saat berbicara kami tersadar bahwa kami merasakan emosi yang sama dan melihat segala sesuatu dengan cara yang sama. Maka lalu cinta pun lahir, cinta yang didasarkan pada persahabatan, pada rasa saling menghargai, bukannya tipuan-tipuan murahan. Aku menginginkan persahabatan penuh kasih dengan seorang pria, jenis hubungan setara seperti yang sering ada antara seorang pria dan pria lain.Teman-temanku banyak, namun hubungan kami tak pernah dua arah. Teman-temanku hanya datang untuk menceritakan masalah percintaan mereka. Satu demi satu teman-temanku pun menikah. Pada suatu saat dalam hidupku, sepertinya aku tidak melakukan apa-apa kecuali menghadiri pesta pernikahan. Sejujurnya aku tidak merasakan di dalam diriku keinginan yang menyala-nyala untuk berkeluarga. Gagasan untuk melahirkan membuatku gelisah. Sebagai seorang anak, aku sangat menderita dan aku takut pada giliranku aku akan membuat seorang makhluk tak berdosa menderita seperti diriku. Pendek kata, dibandingkan perempuan-perempuan lain, hidupku bebas dan aku sangat takut kehilangan kebebasan ini.